News  

Polemik Tanah, Warga Gruduk Kantor Desa Batu Tulis

SATSET.ID – Ratusan warga masyarakat Desa Batu Tulis Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Berbondong bondong ke kantor Desa untuk berdemo, mengeluarkan aspirasi dan mempertanyakan ke kepala Desa dan meminta hak-hak mereka yang diduga tanah adat milik warga diserobot oleh pihak PT. Sadeng Jambu, Tanah hak guna umum (HGU). Adapun tanah adat yang kepemilikan warga diduga ter plot oleh pihak HGU.

Dalam orasinya, warga masyarakat menyampaikan kepada kepala Desa yang di inginkan warga, bahwasanya tanah adat pribadi jangan sampai terambil oleh tanah HGU PT. Sadeng jambu. Karena tanah tersebut adalah tanah keturunan dari orang tua nya dan tanah dapat di manfaatkan untuk bercocok tanam pertanian.

“saya ingin tahu kejelasannya dari pihak kepala Desa kenapa alasan mereka mengukur tanah, lalu tiba-tiba ada pihak Desa atau PT. Sadeng jambu menyodorkan selembar kertas kosong yang di bawahnya isi materai untuk di tanda tangani saya, setelah itu mereka menyodorkan sejumlah uang Rp.1.500.000. Namun uang tersebut tidak saya terima dan selembar kertas kosong yang berisi materai pun tidak saya tanda tangani. Karena saya masih ragu dan bertanya – tanya untuk apa itu. Tanah saya di blok sidelan ada 4000 meter bidang tanah yang jelas saya memiliki surat girik dan SPPT pajak” ucapnya warga (A) kepada satset.id di depan kantor Desa yang sedang ber demo warga. Senin, (23/1/2023).

Masih kata warga “ kami ingin tahu, apakah tanah hak milik warga di HGU kan ataukah tanah HGU di berikan ke warga menjadi hak milik. Apa motif dikasihkannya sejumlah uang dan harus tanda tangan di selembar kertas yang berisi materai kepada warga. Keterangan yang belum jelas dari kepala Desa dan seperti apa pertanggung jawaban nya untuk membela hak warga masyarakat. Kami harap jikalau memang ada tanah warga yang terkena oleh HGU mohon di kembalikan. Jangan tanah hak-hak warga di ambil oleh HGU” tandasnya.

Dan akhirnya perwakilan tokoh masyarakat beserta pemuda di persilahkan untuk berunding di dalam kantor Desa, dengan desakan yang begitu tegang dari masyarakat ingin hak- hak nya kembali, dan menghasilkan kesepakatan bersama yaitu surat pernyataan kepala Desa, yang tertuang di selembar kertas yang di bacakan oleh kepala Desa Batu Tulis di depan pendemo. Ade Supriatna membacakan 3 isi penting “1. Dengan ini menyatakan siap membantu menyelesaikan: 1.permasalahan tanah warga desa batu tulis dengan pihak pt sadeng jambu. 2.ikut menjaga serta mengamankan apa yang menjadi tanah hak milik warga desa batu tulis. 3. jika saya tidak bisa menyelesaikan permasalahan tanah yang ada di desa batu tulis dengan pihak sadeng jambu maka siap saya bertanggung jawab sesuai dengan hukum yang berlaku” ucapnya. (Day/Pian).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.